Daerah

Satmakura Ekspansi Program1000 Sapi Setiap Desa di Bogor

JAWA BARAT – MADISTA.CO – Pemerintah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat berencana mengadopsi Program Mix Corporate Farming Satmakura.

Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin ingin potensi ekonomi daerahnya tumbuh dan berkembang mendorong perekonomian rakyat melalui pemberdayaan masyarakat.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor fraksi PPP yang pernah menjabat dari 2014-2018 tertarik dengan program kerakyatan yang diusung Gerakan Satmakura (Satukan Tenaga Masyarakat Kerahkan untuk Rakyat) yang digagas mantan Bendahara Umum Fraksi Utusan Daerah (F-UD) MPR RI 2000-2005 Mochtar Sany.

Pertautan keduanya merupakan implementasi Program Inovasi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat yang ada di Balitbang Kemendagri, kata Agus Fatoni, kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri.

Agus Fatoni yang mempertemukan keduanya hadir didampingi Asdep Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Nurdin, keduanya dari Kementerian Dalam Negeri.

Agus Fatoni menjelaskan, keduanya memiliki kesamaan visi misi dan ketika bertemu langsung membangun komitmen.

Menurutnya, alam dan kultur budaya masyarakat Bogor cocok menjadi prototipe.

Program Inovasi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat yang digagas institusi yang ia pimpin.

Pria yang pernah menjabat Pjs gubernur Sulawesi Utara itu yakin apa yang dilakukan di Bogor akan diadopsi dan berkembang di daerah-daerah lain di Indonesia.

Pertemuan Mochtar Sany dengan Ade Yasin berlangsung pada Kamis, (18/2/2021) pukul 15.00 waktu setempat di Ruang Bupati Bogor.

Ade Yasin di dampingi sejumlah pimpinan OPD terkait, sementara Mochtar Sany memboyong formasi timnya beranggotakan; Dr. Ir. Sungkono, MP (pakar sorgum yang telah berpengalamannya menyediakan pakan untuk 10.000 ekor sapi, Konsultan pertanian dan Agroindustri Satmakura), Dr. Ir. Anton Apriantono, MS (Menteri Pertanian era 2004-2009), Dr. Ir. Agus Somamihardja, MM (Penasehat KKP Bidang Kesejahteraan Stakeholders Kelautan dan Perikanan), Antony Usman CT, praktisi yang sukses mengembangkan feedlot dan breeding, memiliki akses untuk mendapatkan bakalan dan menguasai pasar daging, Markus Susanto, SE., MH., CHt., ICC (CEO PT. Maggot Indonesia), Ir. Heri Suhendro, MTA dan Putri Fauziah Primadyta (Bank Syariah Indonesia) dan Elia Sunarto (staf khusus/Jubir Satmakura).

“Satmakura datang bukan cari proyek tapi mau berbagi,” kata founder Satmakura Mochtar Sany.

Mochtar Sany mengatakan, sudah siapkan lahan 1000 ha di kawasan Mayasari untuk prototipe pertanian terpadu.

Terintegrasi dengan ranch sapi yang bakalannya akan didatangkan dari Australia dan Brasil, target awal akan didatangkan 20.000 ekor sapi.

Selain kawasan Mayasari sebagai center peternakan juga akan dikembangkan di desa-desa dengan menggandeng Bumdes, pemerintah desa, dan pengusaha lokal serta melibatkan masyarakat.

Mochtar Sany menjamin tidak akan ada pembukaan area baru, tetapi justru akan memberdayakan lahan-lahan marjinal.

“Feedlot dengan kapasitas 1000 ekor sapi per desa akan kami gulirkan di seluruh Kabupaten Bogor. Soal dana no problem, ada perbankan support Satmakura selain sharing anggaran dari Pemkab Bogor,’ kata Pak MS, sapaan akrab Mochtar Sany. (ES)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button