DaerahLampung

Pringsewu Urutan Dua Rawan DBD

PRINGSEWU – MADISTA.CO – Kabupaten Pringsewu menempati urutan kedua rawan Demam Berdarah Dengeu (DBD) setelah Kota Bandar Lampung di Provinsi Lampung.

Tercatat di awal tahun 2021, tepatnya 13 Januari sudah ada sembilan orang yang menderita DBD.

Mereka yang terkena DBD terbanyak dari Kecamatan Gadingrejo, kemudian Kecamatan Pringsewu dan Kecamatan Pagelaran.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) pada Dinas Kesehatan Pringsewu Herlambang Sunendar mewakili kadis Kesehatan setempat mengatakan, hal itu dapat dipastikan akan terus memlningkat hingga akhir Januari sampai Februari 2021.

Padahal beberapa bulan lalu di tahun 2020 sudah ada penurunan, seperti September hanya 13 orang yang terkena DBD, November 6 orang dan hingga akhir Desember 2020 hanya 10 orang.

Dimungkinkan pada Januari hingga Februari 2021 ini ada peningkatan karena memasuki musim penghujan, katanya, Rabu (13/1/2021), di ruang kerjanya.

Untuk menekan peningkatan itu, Herlambang meminta warga menerapkan pola bahwa di setiap rumah ada yang bertanggung jawab memeriksa jentik nyamuk.

Atau dengan nama G1R1J yakni Gerakan 1 rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik, kata Herlambang.

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mendapat laporan itu pihaknya akan kembali melakukan sejumlah langkah cepat, antara lain dengan menggerakkan kembali program Gerakan Bersama Pemberatasan Sarang Nyamuk (Geber PSN).

“Geber PSN ini, kami lakukan serentak secara berkala pada sembilan kecamatan supaya menekan angka penderita DBD,” ujarnya.

Selain Geber PSN, Fauzi juga akan menginstruksikan setiap pekon (desa) dan dusun untuk membentuk satuan tugas penanggulangan DBD dan lebih mengaktifkan kinerja juru pemantu jentik (jumantik) nyamuk penyebar virus dengue.

Serta menerjunkan pihak terkait untuk rajin mensosialisasikan kepada warga.

Menurutnya, di musim penghujan ini nyamuk mudah berkembang biak karena adanya genangan air.

“Untuk itu mari bersama kita bergotong royong serentak membersihkan lingkungan rumah masing-masing, jangan sampai ada genangan air,” katanya.

Jika pun ada genangan air dalam bak terbuka di sekitar rumah atau pada kandang ayam juga kandang burung maka harus rajin diganti airnya atau diberi Abate.

“Semoga dengan pola hidup bersih secara bersama, maka jentik dan nyamuk tidak akan ada. Begitu juga virus Covid-19 tidak akan menyebar lagi,” ujarnya.(Ade)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button