Bandar LampungLampung

PKBM Pemulihan Adakan Ujian Semester Ganjil

LAMPUNG SELATAN – MADISTA.CO – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pemulihan, Kecamatan Waysulan, Lampung Selatan adakan ujian semester ganjil bagi peserta paket A, B, dan C, Jumat-Sabtu (18-19/12/2020).

Menurut Ketua PKBM setempat, Asep Soleh Solihin, S. Pd, kegiatan tersebut diikuti 350 siswa dari paket A (SD), paket B (SMP), dan C (SMA).

“Alhamdulillah kami tidak menemui kendala, gedung menggunakan milik PKBM demikian pula dengan peralatan lain seperti laptop dan lainnya, ” Kang Asep, panggilan akrabnya.

Dia mengatakan, seluruh peserta sebelum mengikuti ujian telah mendapat pelatihan cara menggunakan android dan IT sehingga saat ujian tidak menemui hambatan.

“Rata-rata yang mengikuti atau belajar di PKBM kami merupakan putus sekolah dan bekerja di perusahaan swasta, ” katanya.

Mengenai usia peserta, Kang Asep mengatakan, yang mengambil paket A sekira berusia 13 tahun sampai 16 tahun.

Mereka putus sekolah lantaran yatim piatu, begitu juga dengan yang mengikuti paket B. Sedangkan yang mengambil paket C untuk melanjutkan studi dan melengkapi berkas di tempat mereka bekerja.

“Alhamdulillah setelah saya mengantongi ijazah paket B, saya langsung diangkat menjadi karyawan tetap di tempat saya bekerja. Tahun depan saya mau ikut ujian paket C untuk kuliah, ” kata Sobirin, peserta paket B periode lalu.

Sementara itu, peserta ujian semester ganjil paket C, Sandi Maulana mengatakan, ikut belajar di PKBM untuk melanjutkan pendidikan.

“Saya sempat sekolah di SMA swasta di Bandar Lampung, akibat keterbatasan biaya, saya putus sekolah. Saya ikut belajar di PKBM selain untuk pengangkatan status dari karyawan lepas atau harian menjadi karyawan tetap juga melanjutkan pendidikan, ” katanya.

Peserta lain, Samsul Huda (27) mengatakan, keberadaan PKBM atau pusat pendidikan setara sangat membantu bagi mereka yang putus sekolah.

Terlebih pemerintah saat ini mewajibkan program belajar hingga 12 tahun, katanya.

“Menuntut ilmu itu wajib dan tidak ada kata terlambat serta tidak rugi, saya justru menyesal sempat putus sekolah. Maka untuk mengukuti semester ini saya ikuti semua program pelatihan termasuk pelajaran Bahasa Inggris dan lainnya, ” kata dia.

Kang Asep mengatakan, sebagai upaya membantu peserta belajar di PKBM yang dikelolanya, telah melakukan berbagai kerjasama dengan perguruan tinggi swasta yang ada di Lampung.

“Kami telah menjalin kerjasama dengan Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Lampung Timur dan Universiitas Terbuka (UT) Bandar Lampung. Alhamdulillah peserta belajar kami banyak yang masuk di universitas tersebut, ” ujar dia.

Mengenai program ke depan, Kang Asep mengatakan, sedang melakukan penjajagan dan mengajak pelaku usaha kecil mandiri memberikan pembekalan kepada peserta belajar sehingga mereka kelak bukan saja memiliki ijazah tapi juga kemampuan melakukan usaha dengan membuka usaha kecil mandiri. (Amar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button