DaerahLampung

Pemda Pringsewu dan BPOM Provinsi Lampung Gelar Inspeksi Pasar

PRINGSEWU – MADISTA.CO – Dalam rangka menyambut Idul Fitri 1442H, Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu dan Balai Besar Pengobatan Obat dan Makanan (BPOM) Lampung melaksanakan pengawasan barang beredar dan berbahaya di Pasaran Tradisional dan Pasar Modern di kabupaten itu, Senin (3/5/2021).

Asisten Bidang Ekonomis dan Pembangunan Prongsewu Masykur, mendampingi Kepala Balai Besar Pengobatan Obat dan Makanan (BPOM) Lampung, Sukriadi Darma dan rombongan melaksanakan pengawasan barang berbahaya di pasar tradisional dan modern.

Pasar yang pertama di inspeksi, Pasar Induk Pringsewu, Pasar Fajarisuk dan Pasar Modern AlfaMart , Indomart di Tugu Tani dan Mal Candra.

 

Kepala Balai Besar Pengobatan Obat dan Makanan (BPOM) Sukriadi Darma mengatakan, kegiatan semacam itu dilakukan bersama pemerintah daerah, menjelang Idhul Fitri.

“Kemudian tadi kami ke tempat penyimpanan daging segar, kami sudah menemukan beberapa hal yang mungkin akan menjadi masukan dan kami akan berkoordinasi dengan pemda, terkait dengan itu ketika melakukan pengujian kadar produk pangan yang dijual di sana ada sirup,
tahu, daging, dan bakso dari 26 sampel yang dilakukan pengujian laboratorium kami tidak menemukan kandungan yang berbahaya.”

“Ada beberapa temuan yang akan kami untuk mengambil langkah-langkah yang pertama tentu saja agar supaya produk itu bermutu dan tidak membahayakan kesehatan.”

“Tadi juga kami menemukan swalayan yang ada di sekitar tugu Tadi kami menemukan produk-produk yang kemasannya tidak layak kami sudah kerjasama dengan yang punya untuk menurunkan tidak boleh dijual.”

“Di satu swalayan kami menemukan pendingin tidak berfungsi dengan baik dan di sini juga kami menemukan produk yang dibuat di Bandar Lampung dengan nomor izin yang sama dengan produk yang berbeda serta ada barang impor yang di kemas ulang tentu saja ini akan selalu kami lakukan bersama-sama dengan pemerintah untuk pengamanan tujuannya melindungi masyarakat dari produk yang berbahaya dan membahayakan,” ujarnya. (ade)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button