DaerahLampung

Oknum Kades Ditengarai Cabuli Staf Kantor Desa

LAMPUNG SELATAN – MADISTA.CO – Miris, wanita yang bekerja sebagai staf di kantor desa, dipaksa memuaskan nafsu shawat oknum kepala desa setempat.

Perbuatan tidak layak itu, diduga dilakukan oknum kepala desa berulang kali, di kantor desa, mobil ambulans juga di ruang kerja kepala desa.

“Saya dipaksa untuk melayani nafsu shawat pak kades, tubuh saya tidak bisa berontak lantaran, terlalu kuat tenaga yang mencekeram tubuh saya. Perbuatan itu pun sampai terulang-ulang dilakukan pak kades,” kata korban yang berusia dua puluh tahun.

Tidak hanya dipaksa memuaskan nafsu, perbuatan tak senonoh itu pun direkam kepala desa, guna mengancam korban agar menghapus obrolan chat di WhatsApp.

“Pak kades, dengan sengaja merekam dengan hendpone adegan tak senonoh, kemudian video tersebut ditunjukan kepada saya. Dan dia mengancam, meminta saya untuk menghapus obrolan WhatsApp. Jika saya hapus obrolan itu, dia juga akan menghapus video tersebut.” kata korban.

Keluarga korban tidak mengetahui perbuatan keji kepala desa yang dilakukan terhadap anak gadisnya.

Aksi bejat itu diketahui, usai korban berhenti bekerja sebagai staf di desa.

“Anak saya berhenti kerja di desa bukan lantaran pekerjaan. Tapi masalah pribadi antara korban dan kepala desa. Karena korban murung dan enggan keluar dari kamarnya, hal itu membuat pertanyaan keluarga, di situlah kami kaget atas prilaku bejat kades terhadap anak gadis kami,” katanya.

Korban mulai dilirik kepala desa semenjak masih SMA. Pada momen lomba membaca UUD di sekolah, di antara juri kepala desa setempat.

“Kenal pak kades itu berawal dari lomba di sekolah dan kebetulan saya juara satu. Setelah lulus sekolah saya ditawarkan untuk bekerja di kantor desa karena tujuannya bekerja, tawaran itu pun saya ambil. Jika tahu akan seperti ini, lebih baik tidak bekerja,” tuturnya.

Sementara, Kepala Desa Rawasselapan. Lampung Selatan Bagus Adi Pamungkas saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan, berita perbuatan mesum bersama staf desa setempat tersebut tidak benar.

“Itu hanya isu dan perbuatan orang yang tidak suka dengan saya, biasa lawan politik. Bisa ditanyakan langsung kepada BPD jika saya berbuat seperti itu. Dan sudah pasti ada laporan ke pihak berwajib,” katanya. (aga)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button