BeritaDaerahLampung

Memberikan Masa Depan Anak Keluarga Korban Covid-19

Oleh Hafizah Ramdhani Eka Dharma Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Prodi D3 Kebidanan

Pandemi virus corona (Covid-19) telah menelan banyak korban jiwa.

LAMPUNG SELATAN – MADISTA.CO – Hingga saat ini ada 125.342 orang meninggal dunia akibat wabah tersebut. Kondisi ini juga menyebabkan sejumlah anak kehilangan orang tua.

Anak-anak, masa depan bangsa, harus diberi masa depan yang cerah.

Walaupun di era pandemi seperti ini, anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar, bahkan dari mereka ada yang kehilangan ayah, ibu, atau keduanya karena Covid-19 bakal tergerus tanpa perhatian khusus dan perlindungan hak-hak dasar.

Di Purawakarta, tiga anak harus kehilangan ayah dan ibunya yang meninggal secara berurutan, diduga karena Covid-19 yang pada akhirnya mereka hidup dengan pamannya.

Anak pertama Risqita
Nabilla Wicahyani (19) serta dua adiknya, M Fathan Nurhafidz (16) dan M Ikhwanul Azmil Wicahyo (9).

Fathan juga diketahui sebagai anak berkebutuhan khusus dan bersekolah di Sekolah Luar Biasa Negeri Purwakarta.

Setelah orang tuanya meninggal, mereka kini tinggal bersama sang paman.

Risqita bercerita: awalnya sang ayah, Priyo Hari (45) menjalani isolasi mandiri di rumah diduga karena terpapar Covid-19.

Karena kondisinya yang terus memburuk, ia dilarikan ke RS dan meninggal dunia pada 10 Juli 2021.

Keesokan harinya, 11 Juli 2021, ibunya, Dewi Masrurotin (47) meninggal dunia setelah dilarikan ke RS karena kondisinya kritis. Risqita, anak pertama keluarga tersebut mengaku harus menerima keadaan apapun dengan kondisi yang saat ini menjadi tulang punggung dari kedua adik laki-lakinya tersebut.

“Harus ikhlas. Saya juga masih ingin melanjutkan kuliah. Juga dengan adik-adik
saya. Tapi ini masih akan dibicarakan dengan keluarga besar,” kata Risqita.

ada ribuan anak kehilangan orang tuanya.
Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang luar biasa pada kesehatan dan perekonomian masyarakat.

Sementara itu dampak sosial yang tak dapat dilupakan, adanya anak-anak yang harus menjadi yatim piatu.

Indonesia mencatat sekira 125.342 korban meninggal akibat Covid-19.

Jumlah korban meninggal di Indonesia juga masih yang tertinggi di dunia dalam beberapa hari terakhir.

Dari jumlah korban meninggal tersebut, diperkirakan sebagian di antaranya orang tua yang masih memiliki tanggungan anak.

Memberikan bantuan beasiswa kepada anak yang kehilangan kedua orang tua.

Pandemi Covid-19 membuat pemerintah harus melakukan penutupan sementara ribuan sekolah di seluruh Indonesia demi menurunkan laju penularan.

Akibatnya, jutaan anak tidak lagi bersekolah atau harus belajar secara jarak jauh.

Namun, pada masa seperti ini, tanpa akses yang setara terhadap pendidikan, pembelajaran dan potensi jutaan murid akan dirugikan.

Dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang kehilangan kedua orang tuanya sangat bermanfaat bagi mereka.

Apalagi untuk anak-anak yang kurang mampu. Berikan perlindungan pada mereka.

Perlindungan itu bisa dalam bentuk bantuan alat belajar online, santunan atau beasiswa bagi anak-anak yang ditinggal wafat orangtuanya.

Terlebih jika orang tua mereka merupakan tenaga kesehatan yang gugur karena berjuang di garda terdepan menghadapi pandemi ini.

Di tengah upaya menanggulangi pandemi Covid-19, pemerintah juga dihadapkan pada situasi sosial yang tidak ringan, yakni menjamin masa depan anak-anak yang kehilangan kepala keluarga.

Hanya dengan program yang sistematis dan kontinyu, masa depan anak-anak akan lebih terjamin.

Semoga pandemi cepat usai dan masa depan anak-anak terwujud dengan segala cita-citanya.

Semangat Indonesiaku.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button