DaerahLampung

Korban Kereta Api vs Mobil Meninggal Dunia

LAMPUNG SELATAN – MADISTA.CO – Dua orang (wanita dan pria) yang merupakan pengemudi dan penampung mobil minibus Mirage warna hitam bernomor polisi BE-2131-FI yang tertabrak Kereta Api Penumpang S7 Kuala Stabas, di perlintasan Dusun Serbajadi II, Desa Pemanggilan, Kecamatsn Natar, Lampung Selatan, Minggu (12/9/2021) sekira pukul 19.00 WIB, meninggal dunia.

Menurut Kepala Dusun Serbajadi II, M. Gholibin yang membawa kedua korban tersebut ke RS Bhayangkara Bandar Lampung bersama warga setempat yang juga anggota polisi, saat dimasukkan ke dalam kendaraan tubuh korban wanita sudah tidak berdaya dan suhu badannya dingin.

“Sewaktu kami angkat dari dalam mobil, tubuh yang perempuan sudah tidak bergerak, sementara pria yang mengemudikan mobil masih bergerak bahkan merintih menahan sakit hingga masuk rumah sakit,” katanya.

“Kami mengetahui keduanya meninggal dunia setelah mendapat informasi dari petugas rumah sakit yang menangani kedua korban,” ujarnya.

Kedua korban yang merupakan muda/mudi tersebut, kata dia, mengalami luka parah di bagian kepala.

Menurutnya, keluarga korban khususnya dari yang wanita langsung datang ke rumah sakit.

“Kata keluarga korban yang datang ke rumah sakit, wanita yang berada dalam mobil yang tertabrak kereta tersebut warga Kota Metro. Sementara pria yang mengemudikan mobil belum diketahui identitasnya. Ketika kami bertanya identitas korban pria, keluarga si wanita menyatakan tidak tahu,” katanya.

“Saya tidak mengetahui nama kedua korban tersebut. Tapi dari dalam mobil yang tertabrak ditemukan bukti pembayaran uang kuliah ke Yayasan Mitra Lampung melalui bank atas nama Sherni Adhreayana,” ujarnya.

Ditengarai satu dari kedua korban tersebut merupakan mahasiswa. Dalam mobil yang rusak parah ditemukan laporan hasil kerja praktik lapangan Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia yang disusun lima orang, di antaranya bernama Sherni Adreyana.

Malam itu, kedua jenazah di ambil keluarga masing-masing untuk dibawa ke rumah duka.

Berdasarkan saksi mata, peristiwa tersebut bermula mobil dari arah Desa Hajimena hendak keluar melalui perlintasan kereta api (KA) tersebut.

“Kami sempat berteriak ada kereta. Dan pria yang mengemudikan mobil sempat membuka jendela kendaraan dan melihat ke arah kanan, asal kereta api tersebut datang,” kata beberapa warga sekitar perlintasan tersebut.

Menurut beberapa anak yang berada dekat perlintasan, mereka sempat melihat pria yang mengemudikan mobil juga berbicara bahkan video call (vc) dengan rekannya lain.

“Kami menemukan HP yang terpental dari tangan pria yang mengemudikan mobil. Saat kami temukan, HP dalam keadaan aktif VC,” katanya.

Kondisi mobil rusak parah terutama di bagian kanan. Kaca depan dan belakang pecah. Patah as roda depan serta kerusakan yang lain.

Mobil terpental dan tersetet sekira puluhan meter dari perlintasan tersebut. (das)

 

“Saya mendapat khabar ada mobil tertabrak kereta api. Saya langsung menuju ke lokasi. Dan saya melihat beberapa warga tengah menggotong penumpang dan pengemudi mobil,” ujarnya.

Gholibin mengatakan, saat ini warga yang juga anggota kepolisian langsung membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara, Bandar Lampung.

Kedua korban dalam keadaan kritis. “Ini saya dan beberapa warga masih di rumah sakit. Sewaktu kami bawa ke RS, kedua kondisi penumpang mobil tidak sadarkan diri dan luka parah,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan identitas korban belum diketahui.(das)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button