DaerahLampung

Ketua PWI Lampung: Tindak Tegas Oknum Wartawan

TULANGBAWANG – MADISTA.CO – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian menghimbau pihak berwajib menindak tegas oknum – oknum yang mengatasnamakan wartawan yang meresahkan pihak sekolah di Tulangbawang.

Pernyataan ketua PWI Lampung itu terkait adanya laporan dan surat masuk dari puluhan kepala sekolah, yang mengaku resah atas ulah oknum wartawan.

Sebagai ketua organisasi wartawan, ia mengaku prihatin dan ikut sedih.

“Saya minta aparat penengak hukum tangkap oknum yang mengaku – ngaku wartawan yang meresahkan sekolah dengan meminta uang,” ujar Supriyadi Alfian.

Bang Yadi panggilan akrabnya mengatakan, PWI sudah membuat MoU dengan pihak berwajib untuk menindak oknum – oknum mengatasnamakan wartawan yang melakukan tindakan melawan hukum atau membuat keresahan masyarakat.

“Narasumber tidak boleh memberi amplop atau uang kepada wartawan. Pasal 6 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dengan jelas menyebutkan, wartawan Indonesia tidak menerima suap.

Dalam penafsiran KEJ disebutkan, segala pemberian dalam bentuk uang, benda, atau fasilitas lain yang memengaruhi independensi wartawan adalah suap, katanya.

Kalimat terakhirnya, organisasi PWI senantiasa akan terus berupaya untuk melakukan pembinaan kepada seluruh anggotanya agar dalam melaksanakan tugas jurnalistik wajib mengedepankan kode etik jurnalistik dan menjunjung tinggi nilai – nilai norma sosial.

PWI juga akan menindak tegas anggotanya yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum dalam melaksanakan tugas jurnalistik di lapangan, kata dia.

Diketahui, ada puluhan kepala sekolah (kepsek) di sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulangbawang membuat surat pengunduran diri dari jabatan.

Surat itu dikirimkan kepada kepala Dinas Pendidikan dan bupati Tulangbawang.

Surat pengunduran diri itu ditulis pada 8 Februari 2021. Dan menyebar, hingga masuk ke WhatsApp, Rabu (10/2/2021) malam.

Dalam surat yang ditulisnya itu, pejabat di sekolah mencurahkan keresahannya atas orang – orang yang mengaku sebagai oknum LSM dan wartawan yang kerap melakukan intimidasi dan tindakan serta perilaku yang dinilai kurang baik dan tidak menjunjung etika.

“Saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan sebagai kepala sekolah. Dalam menjalankan jabatan sudah tidak nyaman lagi, tidak fokus dan tertekan. Bahkan mendapat intimidasi dari oknum LSM dan oknum wartawan,” tulis seorang kepsek dalam surat yang ditulis tangan itu.

Ia menyatajan, para oknum LSM dan wartawan yang datang bersilaturahmi di sekolah dan di rumah dinilai tidak mengenal waktu. Mereka datang dengan mencari – cari kesalahan di sekolah.

“Mereka datang dengan mencarter mobil. Tidak segan – segan meminta sejumlah uang dengan nominal yang cukup besar. Kalau tidak dituruti, mereka mengancam dan menakut – nakuti kepala sekolah,” katanya. (dar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button