Bandar LampungDaerahLampung

Kementerian PUPR Targetkan Rusun Kampus Unila Rampung Akhir 2021

BANDAR LAMPUNG – MADISTA.CO – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono meninjau lokasi pembangunan rumah susun (rusun) dan embung air di kawasan kampus Universitas Lampung (Unila) saat kunjungan kerja ke Provinsi Lampung mendampingi Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi), Kamis, (2/9/2021).

Progres pembangunan rusun sudah bagus, sudah lebih dari 30 persen. Kualitas pembangunannya juga sudah bagus, semoga bisa tetap dipertahankan sampai dengan target selesai pada Desember 2021, katanya.

Rusun Unila dimulai sejak 24 Mei 2021 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021 dengan biaya Rp11,65 miliar.

Adanya rusun tersebut diharapkan bisa membantu para mahasiswa untuk mendapatkan tempat yang layak selama proses belajar mengajar dan bisa lebih fokus belajar untuk meningkatkan prestasi, sehingga diharapkan menciptakan SDM yang unggul.

Rusun yang dibangun sebanyak satu tower dengan ketinggian tiga lantai dan memiliki kamar atau hunian 43 unit tipe 24 dengan kapasitas 128 mahasiswa.

Setiap unit rusun yang dibangun telah dilengkapi fasilitas yang layak seperti listrik, air bersih, tempat tidur 2 tingkat, lemari 2 pintu, meja belajar, dan kursi belajar, kata Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera V A. Darwis.

Selain rusun untuk tempat tinggal mahasiswa, Kementerian PUPR juga telah membangun embung air yang bermanfaat sebagai sumber air untuk rusun dan kawasan kampus Unila.

Terdapat empat embung air yang dibangun dengan biaya sekira Rp14,6 miliar.

Pembangunan embung air yang dimulai ada 9 April 2019 tersebut sudah selesai 100 persen pada 4 Desember 2019 sehingga saat ini sudah difungsikan sepenuhnya.

Embung memiliki fungsi sebagai daerah pemanenan air hujan untuk cadangan saat musim kemarau, konservasi sumber daya air, serta taman wisata lokal untuk para mahasiswa dan warga sekitar, kata Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Riza Fahlevi.

Embung A (volume 14.554 m3, luas 0,5 ha) yang berada di areal kadang rusa merupakan embung penangkap dan penyimpan air, selain untuk kesuburan tanah juga untuk air minum rusa-rusa yang ada di kandang. Embung B (volume 22.936 m3, luas 0,96 ha) embung yang berfungsi sebagai wadah pengolahan dan resapan air baik dari dua gedung rusun dan sekitarnya juga dari perumahan yang ada di sekitar kampus dekat terminal.

Sedangkan embung C atau embung kedokteran terbagi menjadi dua, embung C1 (volume 3.462 m3, luas 0,17 ha) dan embung C2 seluas (volume 3.303 m3, luas 0,14 ha) merupakan embung yang ada di sekitar Fakultas Kedokteran yang berfungsi sebagai kolam penampungan dan resapan air dari lingkungan kampus Fakultas FKIP, MIPA, Kedokteran dan sekitarnya.

Serta yang terakhir adalah embung D (volume 7.735 m3, luas 0,38 ha) atau embung Fakultas Teknik yang berada di depan GSG dan dekat jalan by pass yang berfungsi sebagai kolam penampungan dan resapan air dari Fakultas Teknik, Ekonomi, Hukum, dan Perpustakaan serta sekitarnya. (amar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button