Bandar LampungDaerahLampungOlahragaSosokSports

Braydon “Bocah Ajaib” Siap Jadi Juara Dunia Tenis Meja

DALAM dunia tenis meja, khususnya di Lampung, Braydon Juvensim Susilo atau yang akrab disapa Braydon bukan nama yang asing.

“Bocah Ajaib” kelahiran 16 Februari 2008 yang merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara pasangan Toto Susilo dan Juwita Hasan itu sangat ditakuti lawan seusianya.

Terbukti, pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tenis Meja 2021 yang digelar Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Lampung di Gedung SIM TTC Kayu Manis, Way Halim, Bandar Lampung, 10-12 September 2021, anak didik Dahlan Haruri (mantan peraih medali
perunggu PON 2016 tersebut dengan mudah mengalahkan semua lawannya di nomor kadet tunggal putra.

Bahkan satu-satunya anak lelaki keluarga Toto Susilo tersebut bukan hanya menjadi juara di kelasnya.

Braydon yang mulai menekuni tenis meja pada 2017 juga mampu bersaing dengan pemain yang usianya lebih tua.

Siswa Anak Panah Home Schooling, kelas 8 (2 SMP) tersebut juga meraih juara pada nomor tunggal putra junior atau usia 18 ke bawah.

“Saya mulai bermain tenis meja karena orang tua saya membangun gedung olahraga dan saya mulai tertarik bermain tenis meja di gedung olah raga orang tua saya,” kata anak pemilik SIM TTC Kayu Manis yang kini menaungi beberapa petenis meja Lampung.

Kendati baru menekuni tenis meja sekira 4 tahun, soal Braydon jangan ditanya.

Remaja tersebut memiliki segudang prestasi:
Juara 3 beregu Simjaya Cup ( internasional), juara 1 pemula se- Indonesia di Bangka Belitung, juara 2 kadet se- Indonesia di Bangka Belitung, juara 1 kadet Kejurda Lampung, juara 1 junior Kejurda Lampung, juara 1 pemula se- Lampung, juara 3 seleksi di Singapore, juara 2 seleksi di club Jepang, juara 1 antarsekolah di Lampung.

Juara 1 antarsekolah se- Bandar Lampung, juara 1 Pemuda Cup 1 kategori pemula, peringkat 8 di YP TIBHAR Cup Internasional di Singapore, peringkat 1 seleksi Popwil, peringkat 1 seleksi Popnas.

Juara 1 pemula Merdeka Cup, peringkat 3 seleksi ATTU se- Indonesia mewakili Indonesia di Malaysia.

Mengenai pertandingan paling mengesankan selama ini, Braydon mengakui saat tampil di Simjaya Cup.

“Saya suka, banyak pemain dari luar Indonesia yang ikut ambil bagian dan saya mendapatkan juara 3 beregu.”

Dan pertandingan paling mengecewakan bagi Braydon saat tampil di Singapore Ai Tong school Singapore.

“Saya tampil kurang maksimal karena baru kali pertama bertanding di luar negeri.”

Bukan Braydon jika tidak mengakui ketangguhan lawan.

“Fandy Achmad Tululi ( Sim TTC ) merupakan lawan tangguh saya selama ini. Sedangkan pemain yang saya kagumi, Fan Zhendong. Sementara rekan berlatih favorit, Dicky Maulana, Aidil Qibran, Fandy Achmad Tululi.”

Pertandingan mewakili negara pada 2019 di Malaysia.

Menjadi juara dunia dan juara olimpiade merupakan cita-cita si “Bocah Ajaib” Braydon. (Muamar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button